7 TRANSFER PEMAIN TERBURUK YANG TERJADI DI MAJOR LEAGUE SOCCER

Ketika sejumlah klub-klub papan atas di Liga Premier Inggris sedang sibuk membuat penawaran pada hari batas waktu transfer (1 September) dengan sejumlah kekayaan mereka untuk merekrut setiap pemain incaran, para klub di Major League Soccer akan menggoyangkan kaki mereka dan menikmati pertunjukkan tersebut.

Meskipun Eropa mempunyai pola pikir yang berbeda, dunia sepakbola tak lagi berputar di sekitar mereka. Bagi tim MLS, hanya dua jendela waralaba yang terbuka dimana mereka dapat membeli dan menjual pemain. Jendela dibuka pada tanggal 18 Februari dan ditutup pada tanggal 12 Mei sedangkan 8 Juli hingga 6 Agustus adalah jendela sekunder yang memungkinkan klub untuk memulihkan pemain yang cedera atau bagi pemain yang ingin mendapatkan tantangan di akhir musim.

Major League Soccer bukanlah kompetisi baru, ia memiliki silsilah asli. David Beckham merubah persepsi saat dirinya bergabung ke LA Galaxy, sebuah langkah yang tak terlihat. Liga ini telah berkembang sedemikian rupa sehingga timnas Amerika Serikat sudah tidak merasakan tekanan ketika menghadapi timnas-timnas di Eropa dalam ajang Piala Dunia.

Para pemain timnas AS seperti Michael Bradley, Clint Dempsey dan Jozy Altidore adalah pemain berbakat dan diakui di seluruh dunia sepakbola.

Sederhana, tim MLS adalah pasar kelas berat. Sebagai contoh kita ambil Sebastian Giovinco dan Giovanni Dos Santos yang merupakan pemain timnas Italia dan Meksiko. Kedua pemain ini saat masih berusia 20 tahunan, sebenarnya mereka bisa memilih karir yang baik di benua Eropa tetapi mereka justru memilih untuk bermain di Amerika. Lalu langkah ini diikuti oleh Gerrard, Lampard, Kaka, David Villa dan Andrea Pirlo.

 border=

Tetapi kita tidak boleh sombong, para klub ini tidak bermain judi dengan mendatangkan para pemain berbakat dari benua Eropa. Ada suatu masa ketika MLS dianggap sebagai liga glamour dan olahraga-pun harus membayar harga untuk hal itu. Jadi kali ini saya akan membahas tentang 7 transfer pemain terburuk yang terjadi di Major League Soccer, diantaranya adalah :

1. Rafa Marquez

New York Red Bulls telah menggelontorkan dana senilai US$ 15 juta selama 3 musim kea rah yang sia-sia. Mungkin bisa dibilang ini adalag kesalahan terbesar yang pernah dibuatnya di MLS sejak berjalannya kompetisi selama 2 dekade. Pesepakbola Meksiko dari Barcelona, Rafa Marquez diharapkan dapat menjadi yang terbaik.

Dengan pengalaman kemenangan dan permainan sepakbola yang konsisten ala Barca, ia dipercaya dapat membangun reputasi Red Bulls. Yang terjadi justru sebaliknya, ia kerap didekap cedera dan mengoleksi kartu merah sehingga mendatangkannya adalah suatu kesalahan termahal Red Bulls. Kini Marquez bersikeras untuk pindah ke New York dan tentu itu merupakan sebuah kesalahan juga.

2. Freddie Ljungberg

Mungkin dia adalah pemain yang paling mengejutkan dalam daftar ini, Ljungberg telah membela Seattle Sounders selama 3 musim dan merupakan investasi yang tidak masuk akal. Ljungberg terkenal karena pernah membela klub Arsenal dimana ia memenangkan gelar Liga Premier dan Piala FA beberapa kali.

Ia pun pindah ke North West dengan nilai transfer sebesar US$ 10 juta dan masuk kedalam skuad All Stars, namun sayang, ia kerap mendapat serangkaian cedera. Tak lama, Ljungberg pindah ke Chicago dan hanya mampu mengoleksi 2 gol, hal yang sama ketika ia membela Sounders.

3. Lothar Matthaus

Saat kompetisi MLS memiliki reputasi untuk menjadi liga pensiun, maka pemain seperti Lothar Matthaus mempunyai segudang jawaban untuk pernyataan tersebut. Yang membuat banyak orang frustasi adalah Matthaus memiliki banyak hal yang bisa ia berikan. Ia pernah menjadi bagian saat Jerman memenangkan Piala Dunia pada tahun 1990, Mattaus pun menjadi pemain besar di benua Eropa terutama di Bayern Munchen di tahun 2000 dan diakui sebagai legenda klub.

Dan masalah untuk New York Red Bulls adalah mereka tidak pernah mendapatkan momen-momen terindah bersama Matthaus. Setelah tampil di 16 laga yang tidak mengesankan, Mattaus pun kerap hidup glamor di Monako selama bertugas di pusat rehabilitasi. Ternyata Matthaus tidak pernah menjalani pertandingan secara serius dan ia pun harus membayar harga tersebut.

4. Adrian Lopez

Mari kita berharap peserta berikutnya memiliki rasa humor yang lebih tinggi karena jika anda gagal di sebuah tim yang disebut Montreal Impact, maka anda pasti memiliki masalah. Bila anda tidak dapat mendatangkan pemain berbakat seperti Steven Gerrard, David Beckham atau Andrea Pirlo maka mau tidak mau, anda pun harus menjatuhkan spekulasi berikutnya pada seseorang pemain yang kurang berpengalaman.

Kasus ini terjadi kepada bek asal Spanyol yang bernama Adrian Lopez. Nama Adrian Lopez terdengar cukup seksi untuk menjadi hit di MLS, tetapi rekor cedera yang dialaminya seharusnya terdengar seperti bunyi alarm. Ia telah melakoni 11 laga untuk Wigan selama 2 tahun dan 26 laga untuk Deportivo La Coruna selama 3 tahun, tentu rekor yang sangat buruk. Pada tahun 2014, ia hijrah ke MLS dan secara dramatis, Lopez mengulangi rekor buruknya bersama Impact.

5. Jeferson

Sistem pinjaman dalam sepakbola bisa menjadi penyelamat klub atau bisa membayar persentase dari gaji pemain dan di lain sisi, semua tanggung jawab ketentuan kontrak tetap ditujukan kepada klub induk. Tetapi cara ini tidak bekerja ketika seorang pemain menyatakan keinginannya untuk melakukan perjalanan ke benua yang berbeda karena penyesuaian di negara baru dan gaya hidup yang menguasai pemain tersebut.

Jefferson menjalani karir yang singkat di Sporting Kansas City pada tahun 2011 dan hanya melakoni 8 laga saja. Sebelumnya ia merupakan pemain pinjaman dari Vasco da Gama di Brazil dan seharusnya Jefferson dapat menjelma menjadi bintang kala membela Kansas. Ia dibeli senilai US$ 485.000 namun tidak mencetak gol satupun.

6. Denilson

Brazil begitu terkenal karena sering melahirkan beberapa pemain sepakbola terbaik di dunia. Namun naas bagi FC Dallas, keputusan mereka untuk mendatangkan Denilson adalah sebuah kesalahan yang sangat mahal. FC Dallas membeli Denilson senilai US$ 1 juta, namun ia hanya tampil sebanyak 8 laga tanpa mencetak gol. Sebelumnya ia pernah membela klub Al Nassr di Timur Tengah pada tahun 2007 dan datang ke MLS dengan sebuah reputasi besar setelah melakoni 60 laga untuk timnas Brazil.

7. Julian de Guzman

Sebuah komoditi yang langka bagi klub Kanada di MLS adalah mengamankan jasa seorang pemain lokalnya. FC Toronto pasti mengira jika mereka telah mendapatkan ‘jackpot’ ketika Julian de Guzman didatangkan senilai US$ 2 juta pada musim 2008. Guzman pun membela selama 4 tahun serta hanya mampu melakoni 65 laga dan rasanya sangat adil jika kita mengatakan transfer Guzman merupakan kesalahan besar.

Sebuah cedera menghantui dirinya sehingga ia terlihat seperti ‘tumpukan sampah’ bagi FC Toronto dan akhirnya ia pun berstatus sebagai pemain bebas transfer. Atas kejadian tersebut, FC Toronto lebih selektif dalam mendatangkan pemain dan mengambil pesepakbola timnas Amerika, Jozy Altidore untuk memimpin barisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *